Archive for October, 2007
Membiasakan Diri Dengan Dunia Malam
Comments are off for this post
Membiasakan Diri Dengan Dunia Malam
Comments are off for this post
New Niece Set Dress
Comments are off for this post
Fuur Bubble Purse
Comments are off for this post
Flower pinky scarf
Comments are off for this post
Special buat Om Pri
Wedew… lama banget gak posting, maklum abis lebaran
padahal banyak banget yang perlu dan HARUS di posting. Nah pertama posting yang harus-harus dulu, diantaranya ini… special buat Om Pri
Ini ada Batagor Cuplis, Mih Kocok dan Sop Buah sebagai parcel Lebaran buat Om Pri… **Sorry ya Pri, parcel-nya telat diposting**
Blogfam @ Pesta Blogger 2007
Comments are off for this post
Mambo Shawl
Comments are off for this post
Pemutaran Kompilasai Shok! di Tobucil

SHOK! 30 Oktober 2007
Pk. 19.00 Wib
di Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung
Dalam aktivitas menunggu bis, penonton dan pembuat film dihadapkan dengan kenyataan lapis ke entah. Sikap para pengguna bis kota secara bawah sadar terbentuk oleh berbagai faktor di atas. Partisipan, sebagai agen diharapkan mampu menemukan identitas kota dan refleksi diri mereka bukan semata yang dibentuk namun juga sebagai bagian dari pembentukan identitas itu sendiri.
SHOK! "Jalan-Jalan Keliling Jawa" mengangkat tema Menunggu Bis! untuk bersama berusaha menemukan identitas kota, sebagai ruang maupun atmosfir pembentuk, bukan dengan kembali menggunakan keunikan fisik historikal yang dimiliki oleh masing-masing kota.
"TERBAIK"
Umum Khusus (A. Aldorio S/ 4'53)
Gubrius (Sabiq Langlang Buono/2'39)
Patient! (Anang Saptono, Ultraman/4'05)
Injit-injit (Andry Wibowo/2'22)
Halte Insecure...?? (Henky Supriyanto, Gilang Fajar, Adjeer Van Leichtenstein/2'32)
"TERPUJI"
K.O.Y.A (Ismail Basbeth/2'56)
Ladies First (Bramantyo Suryo Putro, Dino Prihatino/2'25)
Beware!!! (Ardiy/0'34)
Songo Sewu Sono Sewu (Kgs. Alvi Afriandi/4'59)
Voice Over (Bambang "ipoenk' K.M/2'05)
SHOK! Screening Hall on Kinoki adalah forum diskusi bulanan, dikemas secara tematis dengan film pendek sebagai fokus bahasannya. Diselenggarakan sejak bulan November 2006, SHOK bertujuan untuk menyediakan diri sebagai ruang apresiasi bagi setiap pencinta dan penggiat film pendek untuk bersama mendiskusikan karya dari sudut manapun dengan cara yang menggelitik.
Tentang Kinoki: http://www.kinokijogja.blogspot.com/
Acara ini kerjasama Kinoki dan Tobucil & Klabs Comments are off for this post
Poem: When I Come To You
When I Come To YouI come not to change you,
But only to delight in our individuality,
I come not to lean upon you,
But only with desire for our love.
I come not to deplete you,
But only to add my life force to yours.
I come not to possess you,
But only to awaken our sharing.
I come not to stand firm upon only my opinion,
But rather to lie closely beside you in tenderness.
When I come to you, I ask only that we come together in love."
-- Carol Fitchett Comments are off for this post
Hujan Air Mata
Comments are off for this post
Paulo Coelho: Book I have just finished
Title: The Devil and Miss Prym (Paulo Coelho)I have just finished this book. For those who knows Paulo Coelho might be familiar with his style of stories, and this one is also sort of the same in style with his others books.
This book is the last of the trilogy: "And On The Seventh Day". The first two books are: By The River Piedra I Sat Down And Wept and Veronika Decides To Die. But they can be read separately.
The book is about a question: Is human basically good or evil?
Good question.
One small town had a visitor coming. With his coming, came as well 'the devil' by his side. This visitor challenged the honest n modest people in that small town, offered them a good fortune of gold bars in return of a death of someone in that town within a week. A girl named Miss Prym was the first one to be offered to deliver that news to others, and she had a separate condition to have a gold bar just for herself. That was a challenge for the girl should she just thought of herself and being selfi... Comments are off for this post
Roll up Shrug
Finally I finish my shrug. I modified from Kelly Maher pattern. I decided to make a collar with tunisian stiches to make it roll up in a good shape.I used rayon cotton thread, work in double way. Cotton thread for the collar.
I love the motifs and still thinking what'll I do with my next project :) Comments are off for this post
Barter Tempat Hape
Comments are off for this post
Purple Sling Bag
Comments are off for this post
Pinky Vest
Comments are off for this post
KAL Oct ’07
Comments are off for this post
Broken White Vest
Comments are off for this post
Kami Dipertemukan Oleh Shensei Dari Jepang
Comments are off for this post
Bookmark again


I love butterfly but dont satisfied with the result. So I try again and again. And this one is look better for me. Easy to make but look like real butterfly ( my imagination only). Finally, I can make it :)
Another one is leaves motif. I only take a shape of leaf but give ornamen in it. Just in my imagination.
Comments are off for this post
Ke Subang!!!!
Yana dan Yani pasti ter-kaget2 deh baca posting saya ini. Mereka taunya udah lama banget ibunya gak ke Subang...!!!Kata Endah juga, Yani tilpon ke Endah dan kaget waktu tau dari Endah, bahwa 'ibu ke Subang'!'Hah? Dalam rangka apa ibu ke...
Comments are off for this post
Idul Fitri 1428 H
Comments are off for this post
Simple and Stylish Bolero


This original pattern is write by Kelly Maher. I modified it. I love this pattern cause it's easy for me to make it, but look great.
I want to make something different in the collar. I think I make it with crochet. Want to make a feminin stylish bolero. Hope I could finish it asap :)
Comments are off for this post
Ziarah ke makam Iman
Pagi2 Wiwi tilpon, ngajak ziarah ke makam Iman. Saya sih setuju aja.... soalnya waktu lebaran saya ngomong sih ke ceuk Yuyu ngajak ke makam bareng. Tapi ceuk Yuyu bilang mau ke Malang ikut Wida (anaknya) sekeluarga. Sejak Wida menikah belum...
Comments are off for this post
Cup Cakes on my head

Finally i could finish this hat. Yummy....:)
I like make cuties things and this one is make me addicted to make more projects with cookies and cakes... (I like them much). Hm still thinking what will I do in my next projects :)
Happy crocheting always
Note : Click at the image to see a larger view
Comments are off for this post
Stylish man hat


Make something for a man is something chalenging. So This is my new styles of man hats. To make it different I added with some motifs on it. Still make another one with cable in it buat havent finished yet. Work with indonesian cotton thread and hook no. 5/0
Note :click at the image for larger view
Comments are off for this post
Pemahaman Baru dari Ketidaktahuan
sedikit cerita dari buka bareng members dan klab origami tobucil

"... pernah, bikin kapal-kapalan waktu kecil"
Demikian ucap Wawa, salah seorang members yang ikut hadir pada acara buka bersama members KONUS, Sabtu (7/10) kemarin. Bertempat di ruang pertemuan members, Jl. Cikutra Baru II No.9 Wawa bersama sekitar dua puluh lima orang members lainnya aktif saling mengeluarkan opini serta pandangannya tentang origami setelah ditantang oleh penyampai materi. Dan setelah mendengar beragam opini serta pandangan tentang origami saat itu, sangat mudah ditebak. Ketika mendengar kata origami maka langsung terbayang suatu aktifitas seperti membuat kapal-kapalan, burung-burungan atau topi perang prajurit Jepang. Pun, terbayang pula kertas dengan warna-warnanya yang mencolok yang harus dibeli di toko buku atau supermarket sebagai medianya. Dan tak sedikit yang memandang origami sebagai aktifitas bagi mereka para murid sekolah yang selalu membawa bekal makanan di tasnya, taman kanak-kanak.
Maka termentahkanlah semua yang diucapkan saat itu ketika teman-teman dari Klab Origami Tobucil mengeluarkan beberapa model origami dengan ragam bentukan yang unik dan tampak nyaman di mata. Ada yang seperti butiran kuncup-kuncup bunga yang mekar yang berderet panjang membentuk spiral dengan komposisi warna yang pas. Atau kubus dengan permukaan yang tidak rata, seperti perpaduan antara dadu dan bola, juga dengan komposisi warna yang menarik. Juga lipatan yang tampak seperti bentukan kristal es dengan ragam warna dan kaya akan sudut-sudut yang indah, serta model yang lebih fungsional yang bisa digunakan sebagai frisbee.
Semua pasang mata yang ada di ruangan itu, sekejap langsung dibuat takjub tak berdaya. Terdecak kagum seakan tak percaya. Sebuah kejutan yang cukup berhasil untuk sejenak melupakan rasa lapar saat itu Apalagi ketika Nia, koordinator Klab Origami Tobucil, berucap bahwa semua model yang dibuat menggunakan kertas bekas majalah, poster dengan tanpa bantuan lem ataupun gunting. Terlebih setelah demo singkat dilakukan Nia sampai terciptanya sebuah kreasi origami dalam beberapa menit, para members seakan semakin terpacu untuk mencobanya. Terciptalah interaksi di sini disertai rasa keakraban yang kental.
Origami merupakan salah satu materi focus interest activity yang sedang coba dikembangkan di program membership KONUS. Kegiatan-kegiatan serupa dengan materi berbeda akan coba diupayakan untuk mengisi setiap pertemuan members, terutama yang sifatnya pertemuan rutin jangka pendek.
Dari apa yang dilihat, dengar dan rasakan saat itu, ada sebuah pengalaman bahkan pemahaman baru dari sesuatu yang sederhana, yang berawal dari suatu ketidaktahuan. Ya, origami yang bukan hanya sekedar seni melipat kertas, ada banyak nilai yang terkandung dari tiap bentukkan dan lipatannya. Dengan segala kandungan kekreatifan, kesabaran, keakraban serta apresiasi terhadap sesuatu yang pada awalnya dinilai tak berguna. Apalagi ketika tahu beberapa kandungan filosofis jika kita coba lihat dari runutan sejarahnya. Fantastic! (ery)
"Menuju keselarasan manusia dengan alam"
Konservasi Alam Nusantara
Jl. Cikutra Baru II No.9
Bandung 40124 Jawa Barat
t/f: +62 22 7200234
email: konusinfo@yahoo.co.id
www.konus.or.id Comments are off for this post

"... pernah, bikin kapal-kapalan waktu kecil"
Demikian ucap Wawa, salah seorang members yang ikut hadir pada acara buka bersama members KONUS, Sabtu (7/10) kemarin. Bertempat di ruang pertemuan members, Jl. Cikutra Baru II No.9 Wawa bersama sekitar dua puluh lima orang members lainnya aktif saling mengeluarkan opini serta pandangannya tentang origami setelah ditantang oleh penyampai materi. Dan setelah mendengar beragam opini serta pandangan tentang origami saat itu, sangat mudah ditebak. Ketika mendengar kata origami maka langsung terbayang suatu aktifitas seperti membuat kapal-kapalan, burung-burungan atau topi perang prajurit Jepang. Pun, terbayang pula kertas dengan warna-warnanya yang mencolok yang harus dibeli di toko buku atau supermarket sebagai medianya. Dan tak sedikit yang memandang origami sebagai aktifitas bagi mereka para murid sekolah yang selalu membawa bekal makanan di tasnya, taman kanak-kanak.
Maka termentahkanlah semua yang diucapkan saat itu ketika teman-teman dari Klab Origami Tobucil mengeluarkan beberapa model origami dengan ragam bentukan yang unik dan tampak nyaman di mata. Ada yang seperti butiran kuncup-kuncup bunga yang mekar yang berderet panjang membentuk spiral dengan komposisi warna yang pas. Atau kubus dengan permukaan yang tidak rata, seperti perpaduan antara dadu dan bola, juga dengan komposisi warna yang menarik. Juga lipatan yang tampak seperti bentukan kristal es dengan ragam warna dan kaya akan sudut-sudut yang indah, serta model yang lebih fungsional yang bisa digunakan sebagai frisbee.
Semua pasang mata yang ada di ruangan itu, sekejap langsung dibuat takjub tak berdaya. Terdecak kagum seakan tak percaya. Sebuah kejutan yang cukup berhasil untuk sejenak melupakan rasa lapar saat itu Apalagi ketika Nia, koordinator Klab Origami Tobucil, berucap bahwa semua model yang dibuat menggunakan kertas bekas majalah, poster dengan tanpa bantuan lem ataupun gunting. Terlebih setelah demo singkat dilakukan Nia sampai terciptanya sebuah kreasi origami dalam beberapa menit, para members seakan semakin terpacu untuk mencobanya. Terciptalah interaksi di sini disertai rasa keakraban yang kental.
Origami merupakan salah satu materi focus interest activity yang sedang coba dikembangkan di program membership KONUS. Kegiatan-kegiatan serupa dengan materi berbeda akan coba diupayakan untuk mengisi setiap pertemuan members, terutama yang sifatnya pertemuan rutin jangka pendek.
Dari apa yang dilihat, dengar dan rasakan saat itu, ada sebuah pengalaman bahkan pemahaman baru dari sesuatu yang sederhana, yang berawal dari suatu ketidaktahuan. Ya, origami yang bukan hanya sekedar seni melipat kertas, ada banyak nilai yang terkandung dari tiap bentukkan dan lipatannya. Dengan segala kandungan kekreatifan, kesabaran, keakraban serta apresiasi terhadap sesuatu yang pada awalnya dinilai tak berguna. Apalagi ketika tahu beberapa kandungan filosofis jika kita coba lihat dari runutan sejarahnya. Fantastic! (ery)
"Menuju keselarasan manusia dengan alam"
Konservasi Alam Nusantara
Jl. Cikutra Baru II No.9
Bandung 40124 Jawa Barat
t/f: +62 22 7200234
email: konusinfo@yahoo.co.id
www.konus.or.id Comments are off for this post





