Rajut Merajut

Kumpulan blog mereka yang suka merajut ;)

Archive for June, 2008

BLENDING RAYON COTTON THREAD

Comments are off for this post

On Air @ I-Radio 89.6FM

Comments are off for this post

On Air @ I-Radio 89.6FM

Comments are off for this post

On Air @ I-Radio 89.6FM

Comments are off for this post

Kejutan dari Si Putih

Comments are off for this post

Linda Rahmawati yang Rajin Membawa Kue

Comments are off for this post

Dua Minggu Pertama : Antara East dan West (part 1)

Comments are off for this post

Membeli Buku dengan KTP

Comments are off for this post

Chimera

Comments are off for this post

Time After Time

Comments are off for this post

Etika Memori, madrasah filsafat

Comments are off for this post

Lesson 4 (Contemporer Centerpiece)

Comments are off for this post

Batik

Comments are off for this post

Batik

Comments are off for this post

Bargello Quilt

Comments are off for this post

Bargello Quilt

Comments are off for this post

Tentang Merajut

Comments are off for this post

Tentang Merajut

Comments are off for this post

Merajut On Air @ I-Radio

Comments are off for this post

Merajut On Air @ I-Radio

Comments are off for this post

HMOn: Thanks For Smoking Outside The Bus

Ini cerita minggu lalu, sebel banget. Kalau dipikir-pikir mungkin ini salah satu sebab mengapa bangsa kita diremehkan bangsa lain, wong beberapa warga negara ini tidak menghargai dirinya dan bangsanya sendiri -w

Minggu lalu, dengan tergesa harus mencapai Plaza Semanggi, saya naik bus Patas AC 44 jurusan Senen dari depan kampus. Karena penumpang masih sepi bus yang saya tumpangi melakukan ritual “ngetem” didepan salon Cantik. “wah semoga gak lama deh ngetemnya”, saya ngebathin sambil membayar ongkos yang diminta kenek. Nah waktu bayar ongkos ini saya baru perhatikan bahwa didepan saya penumpangnya seorang pria bule.

Beberapa menit berlalu, tiba-tiba si bule itu bangun celingukan dan menuju pintu depan. Kebetulan saya duduk dibangku ke dua dari depan sehingga saya bisa menyaksikan langsung kejadian yang nantinya bikin saya BETE seperjalanan.

How embarassing when a foreigner get down the bus for smoking –when the AC-bus stop by several minutes waiting for passenger– and the driver was pursued him to smoking inside the bus. How embarassing that the driver then smoking inside the bus along the way, ignoring my complaint. Can’t let it worst, someone has to do something, at least appreciate the one who have manner. “Thanks for smoking outside the bus”, I said to the foreigner when I get down the bus in a rush . At least he’s got my message… I knew when he wink his eyes as a sign

Awalnya, saya pikir si Bule akan turun ganti bus gak sabar menunggu bus jalan, ternyata dia berdiri didepan pintu dan … … menyalakan ROKOK!!! Wah, saya sudah siap untuk komplain ke Bule tersebut tapi ternyata dia langsung turun dan merokok diluar bus. Pfff, lega saya ternyata pria itu masih punya tata krama… TAPIIIII, supir bus yang sedari tadi duduk dibelakang setir dan menyaksikan hal tersebut malah merusak kelegaan saya melalui obrolannya dengan rekannya.

Supir: “Suruh duduk belakang aja (si Bule -red)” sambil cengengesan
Rekan: (diluar bus dekat pintu depan) “Gimana ngomongnya?”
Supir: “Suruh aja… gak papa, dibelakang”

What?!!! Ya ampun, si Bule yang sudah santun merokok diluar bus malah disuruh duduk dan merokok dibangku belakang. Dooh! Menyebalkan, untungnya si Bule memang tahu aturan … gak lama dia kembali ke bangkunya tanpa merokok #:-S Nah, kejadian selanjutnya yang bikin malu. Seorang pria naik dengan rokok diselipkan ditelinga … ngobrol dengan supir (sepertinya rekan yang tadi). Tidak lama mereka bertukar duduk, berganti tugas sebagai supir … dan … begitu duduk supir baru itu langsung menyalakan rokoknya!!! Grrrr!!!

“Pak supir kok ngerokok siy? ini kan bis AC”, protes saya. Tapi entah suara saya yang masih kurang keras atau supirnya yang memang acuh, si Supir tetap saja melanjutkan merokok sambil membuka kaca jendela disampingnya. Sebalnya lagi…, penumpang lain yang duduk diseberang saya dan dibelakang supir diam saja gak perduli. Dooh. Saya mendumel, “Bule aja ngerokok diluar, ini supir malah ngerokok di bis”.

Sesaat kemudian kenek bus mulai menarik ongkos ke penumpang yang baru naik. Begitu lewat dekat saya, langsung saya mengeluh

Saya: “Bang, supirnya kok ngerokok sih, ini kan bis AC…”
Kenek: “Ngantuk kali mbak…, dia ngantuk” sambil ngeloyor pergi

Bah! sebel banget… kalau ngantuk gak usah nyupir … kalau ngantuk bisa ngopi dulu … kalau ngantuk kan bisa nyalain kaset dengan musik yang biasanya memang selalu hingar bingar …
Dan hebatnya lagi gak lama si supir menyalakan kaset dengan musik yang hingar bingar itu, bah!

Sebel, sedih dan malu…, itu yang menyerang saya. Ternyata bangsa kita sedemikian tidak punya tata kramakah? sedemikian tidak perdulikah? sedemikian rendahkah? Lebih memalukan lagi karena orang asing sudah memberikan contoh santun yang baik didepan matanya… lebih memalukan lagi karena mereka malah menganjurkan yang salah tadi. Memalukan lagi bahwa mereka mempermalukan bangsa ini dihadapan orang asing…, artinya mempermalukan saya juga!

Kondisi ini gak bisa dibiarkan, jangan sampai si Bule benar-benar menganggap bahwa bangsa ini sedemikian menyedihkan, saya harus memberinya pesan. Setidaknya masih ada warga bangsa ini yang mau menghargai sesuatu yang baik. Begitu saya hendak turun di BenHil, saya tegur dia “Thanks, for smoking outside the bus” … dengan tergesa karena diburu-buru kenek yang tak sabaran. Tapi setidaknya pesan saya sampai kepadanya, karena saya sempat melihat pria Bule itu mengedipkan mata tanda dia mendengar dan menanggapinya.

Comments are off for this post

Square motif ( 25 cm )

Comments are off for this post

Butterfly Silhouette Shoulder Bag

Comments are off for this post

Butterfly Silhouette Shoulder Bag

Comments are off for this post

My second book

Comments are off for this post

Sun Shine in my blouse

Comments are off for this post

Square bag

Comments are off for this post

3D rose @ my mat

Comments are off for this post

Spike Stich Purse

Comments are off for this post

Spike Stich Purse

Comments are off for this post

Next Page »