Rajut Merajut

Kumpulan blog mereka yang suka merajut ;)

Archive for September, 2008

Hamil ya… gimana caranya?

Hmmmm, mumpung mau lebaran bagi2 THR buat temen-temen yang masih berjuang bertahan di status yang saya alami selama sekitar 8 tahun kemarin. Siapa tahu habis lebaran ini satu-persatu mulai tertular … tertular hamil

Posting ini sudah lama pengen dibuat, ditambah kompor2 yang mendukung & menuntut dari teman merajut. Cuma ya, tau nih ibu hamil bawaannya gak produktif selain laper hihihi, posting jarang… merajutpun belum.

Oh ya, posting ini sebenarnya cuma catatan apa yang saya alami selama penantian…, mudah2an bisa jadi masukan walaupun mungkin gak semuanya yang serius. So, how do I get pregnant? Only God knows, and only from God’s merciful because I don’t realize it until 2 months pregnancy :)  May my expecting months and delivery time just go smooth. Amin

  • Ke Dokter: ini yang saya jalani setelah keguguran di tahun 2000. Lengkap setelah dikuret, hydrotubasi (ditiup) dan dipanasi indung telurnya selama seminggu penuh. Dokter selalu kasih hormon untuk diminum pada hari kesekian haid, supaya bulan depan pembuahan berhasil. Hasilnya bolak-balik dokter tanya apa saya sudah telat… bolak-balik juga saya “dapat” terus (( Setelah beberapa bulan saya stop ke dokter karena suami takut efek samping dari hormonnya.
  • Diurut: pertama kali diurut sama paraji anak yang katanya biasa “membetulkan” posisi peranakan setelah keguguran… ditambah makan telur ayam kampung seperti yang dianjurkan ternyata belum berhasil juga.
  • Ditanya-dituduh-dihujat: Nah kalau yang ini banyak versinya. Versi perhatian karena datangnya dari teman2 yang sudah akrab atau teman “gelo”. Ada juga versi yang bikin sakit hati, karena datangnya dari orang yang kenal gitu aja atau baru kenal tapi dia sok akrab … Grrrr! Ini nih diantaranya:
    • Eh udah hamil ya…?“: ini biasanya dari orang yang melihat penampakan saya, ceritanya orang-orang bilang saya itu “perut burung”, perutnya cenderung lebih maju jadi kadang seperti orang hamil muda
    • Kapan isi...?” Ini bisa dalam bentuk versi perhatian atau versi sakit hati
    • Kapan nih? bisa gak?” kalau datangnya dari teman2 “gelo” biasanya sih nanti berlanjut dengan ledekan dan gurauan yang gelo-gelo p Tapi pernah kena versi sakit hati yang bikin saya benar2 sebel dan sakit hati X(
    • Perlu bantuan gak?” dan sejenisnya… ini sih biasanya dari sohib2 gelo… terutama pas lagi jamannya sidang pendadaran S1 atau kumpul2 lainnya. Yang ini sih gak mempan soalnya memang pas sesi “gelo” ))
  • Terima advis: ini saya dapat dari siapapun…, saudara, teman, rekan sejawat yang lebih senior umurnya, kenalan baru, dll. Sebagian dijalankan sebagian belum
    • Banyak-banyak doa
    • Makan buah pinang
    • Diinjek jempol kakinya sama orang yang sedang hamil
    • Dipancing … yang ini saya dari awal tidak mau dengan alasan pribadi yang sudah didiskusikan dengan seksama.
    • Diompoli bayi… ini sih sering banget, bahkan bukan ompol lagi. Anak teman saya dikampus yang dulu sempat tetanggaan bahkan sampai pup kalau saya gendong (untungnya pupnya pas pake pampers ;))
    • Jangan kecape’an
  • Jangan banyak pikiran” nah yang satu ini rada-rada spt buah simalakama. Gak dipikirin tapi ditanyain mulu, jadinya kepikiran lagi kan. Dipikirin gak hamil-hamil…, gak dipikirin eh masih belum hamil juga… doooh! #-o
  • Diurut lagi: kali ini sama kenalan/sepupu jauh istrinya kakak ipar, namanya mbak Puri. Urut disini selain bikin segar badan juga sekalian meriksa kondisi rahim. Saya dan suami ikutan diurut beberapa kali sambil 1 kali mengkonsumsi olahan herbal yang disiapkan. Hasilnya badan segar, kondisi bagus tinggal tunggu rejekinya aja. Kebetulan rejeki yang didapat belum dalam format yang diinginkan )
  • Terima info“: yang ini banyak nih…, info urut kesini dan kesitu. Mulai dari yang sreg menerimanya (karena gak pakai syarat aneh2) sampai yang cukup didengar aja karena saya gak sreg dengan gambaran terapinya. Dari semua yang yang diterima, disaring, dipilah2 mana yang akan dijalani.
  • Terima resep” : ada yang bilang makan toge kecambah, makan kurma nabi, minum air akar fatima, minum larutan bubuk kurma, jangan makan nanas, jangan makan salak, makan ikan, makan telur ikan, macam-macam deh.
  • Hitung tanggal” : wah kalau yang ini saya sampai bikin formula itung-itungannya di Excel bareng suami dengan berpedoman buku kehamilan yang kami miliki. Tanggal dapat, tanggal subur, tanggal perkiraan haid bahkan sampai tanggal “baby boy” yang kami hindari karena saya sangat ingin punya anak perempuan.
  • Ganti gaya“: Nah ini urusan “olahraga malam”, berbagai gaya dicoba yang konon katanya menyediakan akomodasi yang lancar bagi sperma untuk sampai ke ovum.
  • Ganjal bantal“: nah apapun gayanya… yang penting setelah olahraga saya harus tidur pakai ganjal bantal supaya perjalanan aman…, biasanya sekitar 15 menit kalau gak bablas ketiduran sampai pagi ;))
  • Masa bodo“: saking capeknya dengan penantian ini, saya akhirnya sampai pada titik masa bodo…
  • Berdamai dengan nanas” : setelah sekian lama bermusuhan dengan nanas, akhirnya saya gak perduli lagi dan makan nanas lagi.
  • “Seduhan kayu manis-madu” : saya sempat minum seduhan bubuh kayu manis dikasih madu ini cuma beberapa kali.
  • Berpikiran nakal“, kadang saat sudah jenuh saya sempat berpikir, kenapa hidup ini tidak adil. Mereka yang MBA, yang selingkuh yang diperkosa begitu mudahnya hamil…, saya yang memang menginginkan, dan boleh dengan legal dan halal kok gak hamil-hamil juga???
  • Telur toge seledri“: dikasih tahu kakak ipar untuk coba ramuan ini. Saya minum air toge tumbuk yang dicampur dengan kocokan kuning telur ayam kampung dan madu. Suami minum campuran yang hampir serupa,  air seledri tumbuk yang dicampur dengan kocokan kuning telur ayam kampung dan madu. Kami minum ini seminggu penuh lamanya.
  • Gunung Pancar“: berawal dari siaran radio tentang Air panas non belerang akhirnya kami pelesir ke Gunung Pancar. Berendam air panasnya juga minum air gunung tersebut. Alhasil badan memang jauh lebih segar. Nah kami 2 kali ke sana, kali yang kedua memang selain berendam, kami terapi jetstream… dipijat titik-titik peredaran darah dengan semprotan air panas gunung bertekanan tinggi. Menurut Bu Lis, kondisi kami baik-baik aja… tinggal bersabar menunggu rejeki dan kesiapan diri. Itu sudah 5 bulan yang lalu
  • Menabung doa“: ketemu siapa saja kadang mereka bertanya tentang anak… lalu begitu tahu saya sudah lama menanti untuk punya anak maka terbitlah doa-doa agar saya bisa cepat menimang anak. Jadi segala doa maupun pertanyaan “lagi hamil ya?”, “udah isi ya?” selalu saya Amini dengan harapan segera dikabulkan Allah SWT

Kurang lebih itulah yang saya lewati selama ini. Lalu gimana caranya saya akhirnya hamil… tentu saja setelah olah raga malam p tapi yang pasti itu semua berkat ijin dan kuasa serta rahmat Allah SWT yang sudah bermurah hati menyelesaikan penantian panjang saya dengan hadirnya Junior di rahim saya.

Semoga teman-teman yang sedang menanti kapan anugrah ini terlimpah dari-Nya selalu sabar,dan optimis. Insya Allah yang dinanti akan datang. Amin

Comments are off for this post

Let the Mudik Heal Your Soul

Comments are off for this post

Resep Teh Herbal Lemon Madu

Comments are off for this post

Bersama Desiyanti Ajah Menggosipkan Sayur dan Buah

Comments are off for this post

Sekaleng Kenikmatan Semu

Comments are off for this post

Reuni Akbar alias Reuni Apa Kabar

Comments are off for this post

Putra Harapan Bangsa

Comments are off for this post

Tips-tips Berlebaran ala Kru Tobucil

Comments are off for this post

Buku Jihad Lipstik dan Pin Keren itu Lagi

Comments are off for this post

… and your Positivity

Comments are off for this post

Semacam Parsel-parsel Lebaran

Comments are off for this post

Tiada hari tanpa merajut

Comments are off for this post

Found an alternatif yarn :)

Comments are off for this post

Selamat Idul Fitri 1429H

Comments are off for this post

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Comments are off for this post

Welcome Home

Comments are off for this post

Bandung with Love

Comments are off for this post

Rajutan Echi

Comments are off for this post

Kursus Tatap Muka 18 Agustus 2008, Tangerang

Comments are off for this post

Capelet from DC Castle

Comments are off for this post

Pembagian Tas Charity dari milis FDWL ke SD Juara

Comments are off for this post

Mawar Kantor Mekar

Comments are off for this post

Insiden Saat Sahur

Comments are off for this post

Diare dan Baby Boy

Sepertinya berawal dari makan malam yang kurang sukses karena gak dapet sate ayam yang enak hari Minggu malam kemarin, saya mures-mures sepanjang hari Senin. Senin, pas sahur kebetulan air kelapa ijo, mangga dan jus apel sepertinya enak banget, so tancap deh semuanya. Tapiii, pas bangun lagi setelah subuh kok ini perut mulai keterlaluan mules-nya. Biasanya sih panggilan alam yang normal, tapi kok feses-nya menunjukkan gejala masuk angin atau diare. Waduh.

Biasanya lagi kalau sudah “setor” segala gejala masuk angin atau diare lenyap seketika. Sayangnya sepanjang perjalanan ke kampus nih perut masih agak-agak sakit. Masak sih karena merem melek pas minum jus apel yang tanpa tambahan gula lambungnya jadi rewel? Abis “setor” lagi, langsung telepon obgyn saya, dr. Ismail Yahya, saya disuruh istirahat dan makan dulu atau langsung ke Yadika karena kebetulan ada jadwal prakteknya. Cuma ya, gimana kesananya? Sebentar lagi saya ngajar lalu Bapaknya Junior sudah melanjutkan rute-nya ke kantor.

Alhasil setelah mengisi lambung supaya gak kosong lagi, saya mengajar dulu sambil “menikmati” serangan sakit diperut yang kadang datang kadang pergi. Gak tahan sakitnya ditambah halusinasi kok perutnya agak kempes, saya telepon Bapaknya Junior minta dijemput dan ke dokter sore itu juga. Untungnya obgyn saya ada jadwal sorenya di hari Senin, Bapaknya bisa cepet sampai kampus dan jalanan ke Yadika bebas dari macet. Pfff!

Sampai Yadika, huhuhu… “setor” lagi, gak salah deh timbangan tetap setia di 47kg… gak naik, tekanan darah juga 90/60 weleh. Antrian terasa cukup panjang bagi ibu hamil yang diare ini… untung bisa nge-plurk buat sejenak mengalihkan rasa sakit, halah!

Begitu giliran periksa, langsung USG lagi… Alhamdulillah Junior baik-baik aja bahkan seminggu ini pertumbuhannya sangat pesat, sampai layar monitor gak cukup untuk mendisplay Junior full version. “Separuh2 lihatnya ya Bu”, kata pak dokter. “Wah kamu kesempitan ya Nak?”, soalnya rongga amniotiknya sudah sesak sama Junior dan perut Ibu belum tambah besar lagi. Kata dokter sih Junior baik-baik aja, gak kesempitan kok, cairan ketubannya cukup, tangan dan kaki ok, tulang belakang bagus, detak jantung normal, beratnya sekarang 100gr. Hebat, seminggu nambah lebih dari 35gr kamu Nak ) Dan…, tiba-tiba pak dokter ngasih lihat kalau… Junior is baby boy. Jelas banget deh penampakannya, berhubung ibu kan adeknya banyak laki-laki jadi langsung tahu pas dilihatin, kalau Bapak masih penasaran yang mana soalnya melihatnya agak jauh dari monitor :-p

Oke Junior baik-baik aja, ibu udah dikasih obat, tinggal nyari salak buat obat alaminya. Bapak laporan ke pakde, Eyang dan Nenek-Kakeknya Junior habis itu kami buka puasa bareng deh di rumah Nenek-Kakek. Yang sehat ya Nak

PS: Semalam masih beberapa kali sena serangan, sekarang masih sisa sakit perutnya dikit…, obat dokter dan salak mulai menunjukkan khasiatnya

Comments are off for this post

BMR — Pejompongan

Comments are off for this post

Penipuan Public

Comments are off for this post

Mistakes Happen

Comments are off for this post

Rika Febriyani : Teman dari Jakarta yang Berkonde Kartini

Comments are off for this post

KacaPIring dan PIn Keren

Comments are off for this post

Kacamata Baru

Comments are off for this post

Next Page »