Archive for January, 2009
mystery hat DC
Tempat pinsil
Sarung Hp Jahit #2
Tunisian Rainbow Scarf

Here’s a box I made to pack something sweet. Is it a cake? Looks like a cake. A sweet birthday cake? A rainbow cake? Just take it outside the box to find out what is it. Is it a snail? a rainbow snail? Is it a ribbon? a rainbow ribbon? Take a look a little bit closer, it is like a woven… what is it?
This is my latest finished object, a tunisian rainbow scarf made for Chubby. Using tunisian technique, tunisian simple stitch and edging with 1 row single crochet around. Based on her request wanna a narrow - long scarf, this scarf has size in 183×6cm. This is not for a winter scarf, just a fashion scarf made by rainbow ICT called ICT sembur consist of pink, yellow and blue gradation. The changed color of the thread just as same as the scarf’s wide, result a perfect stack of different color bar. I love the result, so does Chubby, she plan to wear this scarf with a perfect shirt in a perfect time. Hope she have a perfect moment wearing it
Diliput Kompas
Sudah lewat seminggu lebih, gak papa lah diposting
Bermula dari antusiasme teman-teman plurker saya untuk belajar merajut dan kegiatan di kopdar selanjutnya yang diposting oleh wetiga. Pihak Koran Kompas ingin meliput kegiatan merajut ini. Liputan dan wawancaranya diadakan pada Kamis 12 Januari 2009 di Wetiga.
Pulang dari kampus, saya dan suami langsung meluncur ke Wetiga sesuai janji. Sampai disana sudah ada Chic (Chichi) bersama Joey, Linda Nicegreen dan Aida Mandaka . Masih menunggu Mas Budi dari Kompas dan teman2 lainnya, Amanda akhirnya tiba dilokasi setelah menelpon untuk dipandu. Tak lama Kania tiba bersama Ibn, dan ternyata waktu belanja di Micky Mocko kemarin, ada Amanda disana menyaksikan adegan benang pinky, hihihi.
Bambam dan Luki segera bergabung dengan kami, sementara mas Budi Suwarna masih menunggu fotografernya untuk memulai wawancara. Wawancara dimulai dengan sesi foto terlebih dulu…, foto rajutan yang sudah jadi (display) juga foto kami memegang rajutan yang sudah dan sedang dikerjakan. Setelah itu wawancara dilakukan bergiliran. Sambil wawancara, sambil mengajarkan dan sharing merajut dengan peserta yang hadir. Tentunya dijelaskan teknik dan alat merajut yang ada (crochet, knitting, tunisian, tapestry), pengalaman dan hasil yang didapatkan dari merajut. Wawancara selesai sekitar jam 21.30 tapi masih ada beberapa yg bertahan, merajut, ngobrol dll.
Walau sedikit mundur dari jadwal wawancara semalam berlangsung lancar dan cukup heboh, karena mas Budi belakangan ikut mencoba dan akhirnya penasaran… Mencoba sebentar pas wawancara tentunya masih kaku tangannya… abis wawancara tp masih ngobrol2 nyoba lagi bikin rantai (chain) dgn lebih luwes… Selesai acara kami masih kongkow2 dgn tamu2 yg lain eh beliau masih penasaran dan coba lagi bikin rantai… wah tambah canggih bahkan berani menambah speed bikin rantai. Seru deh karena komunitas lain yg hadir disitu ikut menyaksikan , mengomentari dan menyemangati. bahkan mas Budi tertarik untuk mengajak istrinya jika kami mengadakan kopdar lagi.
Kurang lebih begitu acara malam itu. Alhamdulillah Jakarta yg diguyur hujan sepanjang siang & malam di hari Rabu sebelumnya cerah selama kopdar… hujan baru turun setelah jam 22.00 jadi kopdar dan wawancara tidak tergangu.
Liputan di Kompas:
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/18/01524287/merajut.bukan.monopoli.nenek
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/18/01514391/yang.berewok.yang.merajut
Comments are off for this postKaligrafi Allah Di Atas Gerhana Matahari
Kopdar sama Pakdhe AndyMSE
Salah satu teman blogger plus akhirnya plurker kami adalah pakdhe AndyMSE dari Solo. Pakdhe ini seru banget karena sekeluarga adalah blogger. Bu Noor, Diki dan Nanin juga blogger walau mungkin tak semaniak pakdhe saat posting hehehe. Yang jelas, pakdhe ini sering blogwalking dan meninggalkan jejak-jejak di yuliazmi.com dan riyogarta.com . Kadangkala borongan mampir 1 kompi dengan Bu Noor dan Nanin (Diki agak jarang, mungkin karena ABG jadi punya dunia yang lain)
Nah saat plurking makin mewabah, Pakdhe ini akhirnya ikutan… menurut beliau sih sebenarnya sudah jadi plurker sejak lama, cuma sempat terlupakan. Jadilah obrolan, sapaan dan cela-celaan terjadi lewat plurk… Termasuk Junior bikin pakdhe selalu ngiler setiap Bunli posting tret makanan di plurk. Juga akhirnya kami janjian kopdar di wetiga melalui plurk.
Senin, 12 Januari 2009 jadilah kami kopdar dengan pakdhe Andy. janjian di Blok M Mall untuk bersama menuju wetiga. Ngobrol ngalor ngidul terutama pakdhe, Yahyo, Bambam, (yang langsung meluncur dari RS) pak Didinu dan Kyai Slamet, teman pakdhe yang datang menyusul. Saya, ikutan ngobrol sambil tangan terus merajut syal pesanan Chubby yang memang extra panjangnya. Habis ngobrol hingga larut, kami bubar. Antar pakdhe dulu ke mess kantornya. Sampai ketemu lagi Pakdhe.
PS: Oh ya pas kopdar ini Igbal, juragannya wetiga kasih info ke saya kalau wartawan kompas tertarik dengan kopdar merajut dan dan liputan pas kopdar martabak kemarin. Setelah ngobrol2 dan janjian via telpon dengan mas Budi Suwarna, akhirnya disepakati wawancara dilangsungkan hari Kamis 15 jan 2009 di wetiga untuk diterbitkan di Kompas Minggu tgl 18 jan 2009.
… Wah hari ini 2 rejeki, ketemu Pakdhe & Kyai Slamet tukar2 cerita dan dapat tawaran wawancara oleh Kompas, langsung kontak angkatan 1 dan 2 deh
Machine Quilt
Sarung Hp Jahit #1
Sudahkah Kita Mencari?
Minggu 30 nya Junior
Gak berasa Junior sudah masuk ke minggu 30… Bunlinya telat pula posting di blog, maaf ya Nak
yang penting kan update tentang kamu selalu ada di plurk
Juga selalu diajak nyobain macam2 buah kan Nak *hehehe, gak nyambung ya*
Minggu 30-nya Junior, rasanya perut ini makin besar… hanya pas sampai di RS dan periksa awal kok timbangan Bunli cuma nambah 0,5kg? Tensi bagus 110/70 … wah kamu gak tambah besar dong nak… Begitu masuk ruang periksa, ngobrol dulu sama dokternya. katanya Bunli sudah boleh makan yang selama ini dipantang…., asyik… kita bisa makan sop kambing ya Nak (hahaha, Yahyonya langsung cengar-cengir gak ikhlas). Lalu menurut dokter Ismail Yahya, gak masalah kalau berat badan Bunli gak terlalu naik, yang penting distribusi ke plasenta lancar makanya mayoritas asupan akan tersedia lengkap untuk Junior. Perkiraannya melihat usia Junior beratnya sekitar 1,1-1,2kg. So siap-siap untuk USG lagi.
Begitu di USG, lho apa itu bulatan besar sempurna selebar layar? Ternyata kepalanya Junior… wah! jadi kepala Junior tetap berada dibawah sepeti minggu-minggu sebelumnya. Pinter anakku
plasentanya juga mulai terdorong naik posisi ke atas, sehingga tidak menutupi jalan lahir. Detak jantung oke di 153 usia 30 minggu 4 hari jadi perkiraan lahir maju ke 16 maret 2009. Dan… yang bikin surprise, berat junior nyaris 2 kali lipat dari bulan kemarin! kemarin 888gr, sekarang beratnya 1606 gr… 1,6 kg lebih! Wah hebat nih anak Bunli dan Yahyo… berarti makanannya lancar. Tapi janga terlalu besar ya Nak, kan biar lancar lahiran normalnya.
Seperti bulan sebelumnya, kali ini hasil USG gak di print lagi…, habis ngak dapat pose keren Junior plus kan USG-nya bukan yg canggih lagi. Maaf ya fans-nya Junior, nanti cari USG yang okeh deh biar bisa skrinsyut
Merajut di Kopdar Martabak
Hehehe, kejar tanyang nih posting. Ceritanya ada Kopdar Martabak di Wetiga hari Selasa 6 Januari 2009. So sehabis jam pulang kerja kami kesana. Sampai sana sudah mulai ramai, ada kania, ndoroKakung, belutz, Chic, Joey dll yang sekarang gak bisa diinget satu persatu. Nah ternyata Kania bawa rajutannya yg sudah jadi beberapa baris tapi doi gak puas dengan hasilnya. Setelah di periksa memang ada kurang hitungan, tapi sudah rapi kok tarikannya. Akhirnya disarankan untuk menyudahi rajutannya dan bikin baru lagi saja. Semangat!
Selanjutnya Bambam dan Luki sampai juga, walau gak bawa benang tapi Luki punya pertanyaan tentang rajutannya. Berhubung peralatan perang kopdar merajut kemarin masih di mobil akhirnya saya gelaran rajutan nebeng di kopdar martabak. Chic, ternyata penasaran dan akhirnya belajar bikin chain… Langsung Chic didaaulat jadi murid angkatan 2 oleh Bambam, hehehe. Jadi yang merajut ya merajut… yang ngeplurk sibuk depan notebook, Yahyo dan Bambam malah main catur hihihi, yang main Facebook ya serius juga termasuk nyobain fitur !FB dari plurk. Yang pasti semuanya sambil kunyah2 martabak, so Tetap kopdar martabak deh. Sebenarnya ada lagi yang tertarik dengan merajut, temannya Chic namanya Sarah kalau gak salah, hanya doi nda bisa lama-lama di wetiga. Oh ya, belakangan baru tahu kalau Luki sempat pengen balik pulang ngambil benang rajutannya, hehehe. Semangat bu dokter!, doi serius banget lihat teknik2 selanjutnya di buku rajutan yang saya bawa.
Gak berasa, sudah malam banget…, so pulang deh sambil anter Belutz…, sip dapat referensi bakso enak deket kos-annya. Dan ternyata lagi kopdar merajut yang menyusupi kopdar martabak ini di posting oleh wetiga… huhuy!
Comments are off for this postKopdar Merajut
Nah jadi deh wacana ngajarin plurker&blgger merajut. Sesuai janjian sekitar jam 14.00 kami kumpul di Blok M Mall…, sambil menunggu anggota kopdar lengkap mampir dulu di TB Gunung Agung. Bambam dan Luki datang disusul Kania yang lengkap 1 team dengan suami dan Ibn. Pertama kita melancong ke Hobby Craft di lt. 4, lihat-lihat benang dll… habis itu kita ke Micky Mocko di lantai 5. Kania, Bambam dan Luki mulai memilih benang sedang saya memilihkan crochet hook untuk mereka dan dpn (double point needle) untuk saya pakai membuat kaos kaki Junior. Pilih-pilih benang katun, eh Ibn kekeuh mau beli benang pink hihihi, adegan lucu langsung muncul seketika karena ummi-nya, Kania, sangat tidak suka warna pink, Ibn gak mau dibujuk milih warna lain… padahal Ibn bocah laki2 usia 4 th, seru deh.
My first experience, teaching crochet to Blogger dan Plurker who never been tried it before. It’s so excited!
Setelah masing-masing memegang peralatan perang, kami mulai mecari tempat yang bisa asyik merajut dan bisa asyik menunggu untuk Yahyo, Mas Badi dan Ibn. Awalnya diputuskan untuk ke Blenger Burger di Lamandau, dengan bayangan akan asyik merajut di halaman sambil makan dan minum. Sayangnya Blenger Burger pindah lokasi, walau masih disekitar situ, tapi tempatnya jadi di ruang tertutup, sempit dan penuh banget saat itu… putar haluan deh ke Wetiga (kenapa juga gak kepikiran dari awal ya). Sip, pas banget Wetiga baru buka, masih sepi jadi pelajaran merajut langsung dimulai. tentu saja sambil pesan minum dan cicip2 sate angkringan.
Wah pengalaman pertama nih ngajarin merajut ke mereka yang belum pernah pegang hakpen (istilah crochet hook di Indonesia). Biasanya saya hanya mengingatkan karena sebelumnya sudah pernah belajar merajut di sekolah. Tapi seru dan pada cepat kok belajarnya. Memang merajut itu gampang kok!, tanya aja Bambam yang notabene satu2nya laki-laki yang ikut belajar hari itu. Pelajaran awal bikin rantai alias chain yang kalau di pola2 disebut ch. Bikin, bongkar, bikin bongkar biar tarikannya makin rata dan tidak terlalu besar. setelah itu mulai deh ke tusukan single crochet (sc) kalau saya dan Mama menyebutnya papan setengah. Asli seru…, tangan2 yang kaku mulai luwes bermain benang dan hook, bahkan Ibn aja mau belajar walau hanya sebentar karena dia selalu ingat dengan setir mobilnya.
Selesai 1 baris rantai dan 1 baris single crochet, masuk ke tusukan double crochet (dc) alias tusuk papan biar pada gak stress membayangkan jadinya bakal lama. Hehehe, kalau merajut pakai single crochet semua emang bakal lama banget, jadi inget tas uptown ice cream saya yang full sc. Nah 3 tusukan dasar sudah belajar, tinggal PR deh, mengulang tusukan-tusukan tersebut supaya jadi sesuatu. Oh ya, bikin sepatu dipending dulu karena menurut saya lebih baik bikin project sederhana spt syal yang gak perlu pola, sambil melancarkan dan menyamakan tarikan benang. Gak berasa ternyata sudah malam, Weitga juga mulai penuh dengan pengunjung yang datang silih berganti. Kalau gak salah sih ada Ndorokakung yang sudah beberapa kali mergokin saya merajut di wetiga hihiihi. Thanks semua, nanti dilanjut lagi. Pulang merajut, kami berdua nonton Australia yang tertunda kemarin.
Comments are off for this postKopdar Penganti Tahun Baruan
Apa acara tahun baruan kami? Hihihi, gak jelas. Karena gak punya ide mau kemana lalu sudah terlambat untuk makan malam akhirnya diputuskan jadi ke tempatnya Kania, teman plurker yang juga blogger. Karena sudah kemalaman plus macet, kami pergi seadanya, mengandalkan plurk.com untuk komunikasi. Sayangnya si Plurk sedang rewel sehingga kami tidak dapat menghubungi Kania saat tiba di tempatnya. Anehnya kok sepi? sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan. Mungkin acaranya sudah selesai lalu pada jalan keluar menghabiskan malam.
Akhirnya kami mendamparkan diri di WETIGA…, sudah sepi juga, hanya ada Edo dan beberapa teman lainnya yang asyik gitaran sambil WIFI-an. Kebetulan gitarnya Yahyo masih di mobil, so 2 gitar meramaikan malam (bukan Yahyo yang main, tangannya masih kaku). Habis nyanyi-nyanyi sambil ngobrol, kami pamit pulang. Penasaran dengan malam Tahun Baru di Ibukota, akhirnya menghabiskan bensin mengukur Sudirman-Thamrin plus tol JORR sampai ke Bintaro.
1 Januari 2009, barulah plurking sana sini seputar sepinya tempat Kania. Akhirnya kami putuskan mau nonton di Citos 21, mau nonton Autralia sambil kopdar sebentar dengan Bambam & Luki. Sayangnya teaternya penuh, plus tangga yang dari biskop tidak seluruhnya eskalator, cuma tangga biasa, gagal deh nontonnya. Karena gagal nonton kopdarnya jadi extend deh.
Janjian di Secret Recipe, ketemu lagi sama Bambam dan Luki yang tadi sempat ketemu di foodmart. Pesan makanan sambil ngobrol ngalor ngidul sambil menunggu Kania yang akan menyusul. Obrolan dilanjutkan lagi bersama Kania. Entah gimana ceritanya akhirnya pada tahu kalau saya merajut, dan rajutan syal centil pesanan Chubby akhirnya keluar dari tas rajutan saya. Diluar dugaan ternyata Bambam sangat ingin merajut, bikin kupluk seperti yang dipakainya. Kania juga pengen banget merajut, alhasil muncul deh wacana untuk ngajarin merajut.
Kopdar akhirnya pindah tempat ke Roti Bakar Wiwied (RBW) di Fatmawati, kalau menurut Kania istilahnya Pintong (pindah tongkrongan). Ternyata diantara kami berlima gak ada yang ngerti pintong kecuali Kania, jadilah bahan cela-celaan, hihihihi, bahasa Jakarta Coret. Nah akhirnya disini juga diputuskan bahwa saya harus mengajari merajut, plus mengantarkan belanja benang dan hook sebagai peralatan perang hari Jum’at besoknya. Wah pada antusias gitu, malah bilangnya mau belajar merajut, bikin sepatu untuk kadonya Junior, wah wah. So pulang dinihari lagi langsung tidur blas.
Comments are off for this postSAL Week 1 & 2
Kopdar Akhir 2008
Dipikir2, rasanya posting ini basbang, tapi sayang kalau gak di posting :-d
Libur Natal Desember 2008, saya dan suami pergi ke Bandung, seperti biasa berangkat malam. Karena Yahyo habis begadang dengan teman-temannya jadinya berangkat sudah masuk dini hari. KM 57 seperti biasa jadi tujuan perhentian untuk sekedar istirahat, saya ke toilet dan minum kopi buat Yahyo. Nah pas Yahyo turun untuk minum kopi, tiba-tiba Junior resah… padahal sebelumnya dia anteng selama saya tidur di mobil, takut ditinggal kali ya hehehe :-d
Sampai di rumah Ibu menjelang subuh, jadi kita tidur setelah subuh dulu. Seperti biasa saya sudah sms Bundadako untuk merencanakan kopdar. Akhirnya kopdar pendahuluan terlaksana setelah shalat Jum’at di bengkel mobil. Hihihi, kopdarnya karena si Bunda dan Yahyo sama-sama harus cuci mobil, ya sudah sekalian aja. Sampai di bengkel, Nana dan 2 dako-nya sudah antri untuk cuci mobil. Seperti biasa Aisah yang full energy dan Ainun yg suka jaim berebut untuk ngobrol sama Tante Yulinya yang niatnya ngobrol sama Bundanya.
Ngobrol seru di bengkel terselingi dengan sms2 jahil dari saya dan Dani untuk sohib SMP kami yang ultah hari itu, Nung. Ya, si anak hilang mulai muncul ke permukaan hahaha. Sedangkan topik obrolan saya dengan Nana seperti biasa… topik we know what hihihi. Sementara Yahyo segera akrab dengan salah satu pengunjung pria dengan topik pembicaraan laki-laki.
Yang kocak, Aisah itu ternyata bisa jadi simpatisan salah satu parpol yang berlambangkan seekor binatang. Aduh nak… kamu kok jadi simpatisan gratisan gitu? Masak bikin teka-teki nama binatang jawabannya nama parpol hihihi, dengan bangga pula
Malamnya kami janjian untuk mencicipi menu steak popaye di The Grill, andalannya Nana saat butuh asupan zat besi. Akhirnya kami ber-5 makan aneka steak yang ada bayam dan saus kejunya, mmmmm. Ngobrol terus dilanjut, teka-teki nya Aisah di ulang lagi kayak kaset kusut hihihi. Yang jelas Ainun malam itu berhasil disemangati untuk menghabiskan sayuran di steaknya, maklum dia susah makan sayur. sedangkan Aisah dengan ekspresifnya menyantap steak sambil merem2 tanda lezat luar biasa.
Selesai makan, baru foto-foto. Nah ngomongin foto-foto saking semangatnya lupa skrinsut pesanan saya padahal kan bisa untuk pamer ke Priyanto. Akhirnya pesanan Yahyo yang datang paling terakhir diselamatkan dulu dengan sekali jepretan kamdig. Habis makan dan foto-foto, kami bubar… senangnya ternyata ditraktir sama Bunda Nana, karena si Bunda sangat kogel mau menunjukkan menu popaye tadi. Hehehe, makasih ya Bun, sayang gak bilang kalau mau nraktir, kalau bilang kan… hehehe.











